Bersama Penyuluh Kostratani, Petani Tanjung Durian Antusias Tanam di Lokasi IPDMIP

oleh -46 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//SUMATERA BARAT – Para petani di Daerah Irigasi Tanjung Durian, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melakukan penanaman padi di lokasi proyek IPDMIP. Kegiatan ini dilakukan dengan pendampingan dari penyuluh Kostratani Fibrasia, da Staf Lapang IPDMIP di Tanjung Durian, Anton Suherman.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas semangat petani untu terus menanam.

“Kegiatan ini turut menjaga ketahanan pangan. Petani harus terus turun ke lapangan, harus segera tanam. Begitu juga penyuluh pertanian yang harus selalu mendampingi petani untuk memastikan produksi pertanian terus berlangsung,” tuturnya, Kamis (06/08/2020).

Apresiasi juga diberikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.

“Meski sedang dalam pandemi Covid-19, petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh terganggu, kita harus tanam, tanam, tanam. Karena dengan cara inilah kita bisa menjaga ketahanan pangan. Tapi harus tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19,” ujar Dedi Nursyamsi.

Menurut salah seorang petani, Ibu Salmi, yang tergabung dalam Kelompok Tani Sepakat dibawah binaan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gunung Tuleh, ia tetap semangat menanam meski dalam pandemi Covid-19.

“Kami harus tetap turun ke sawah membantu pemerintah dalam melawan Covid-19 dan memenuhi ketersediaan pangan. Selain untuk memenuhi ketersediaan pangan di masyarakat, juga demi kebutuhan keluarga sendiri,” tuturnya.

Kelompok Tani Sepakat Daerah Irigasi Tanjung Durian Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat memiliki luas lahan garapan sawah sekitar 17,5 Ha. Lahan persawahan merupakan milik petani sendiri.

Pada umumnya petani Poktan Sepakat menanam Varietas padi Mekongga dan IR 64 yang memiliki tekstur pulen. Karena masyarakat sekitar Daerah Irigasi Tanjung Durian lebih menyukai beras pulen dibandingkan beras pera.

Salmi mulai menanam padi Varietas Mekongga tanggal 05 Mei 2020, dari hasil pertanaman ini beliau berharap pada panen awal bulan September 2020 ini dapat memproduksi hasil panen lebih.

“Sebelum ada kegiatan IPDMIP biasanya Poktan Sepakat memproduksi sekitar 4,6 Ton/Ha. Setelah ada kegiatan IPDMIP di Daerah Irigasi Tanjung Durian Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat, produksi padi dikelompok tani berangsur-angsur meningkat menjadi 5,0 Ton/Ha,” katanya.

Peningkatan produksi ini disebabkan karena petani mau mengadopsi ilmu yang telah diberikan di kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP.(EZ)