Cintai Produk Pertanian Indonesia, Kementan Ajak Masyarakat Konsumsi Buah Lokal

oleh -815 views

JAKARTA, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong masyarakat untuk mengkonsumi buah lokal. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian petani Indonesia.

Di samping itu, buah lokal yang ditanam petani Indonesia juga memiliki gizi dan vitamin yang sangat tinggi, yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga daya tahan tubuh.

Hal itu dibahas pada kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) penyuluhan pertanian volume 34 bertemakan “Pahit di Hati, Manis di Buah Naga” dilaksanakan di AOR Badan Pusat Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Jakarta, Selasa (23/8).

Di beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai produk pertanian asal Indonesia, salah satunya dengan mengkomsumsi buah lokal.

Ia juga mengatakan, potensi sumber daya alam yang melimpah merupakan modal dalam mengemban tugas besar pembangunan pertanian nasional. Karena itu, ia mengajak anak milenial untuk turut menangkap peluang tersebut.

“Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman. Generasi milenial bidang pertanian saat ini tak hanya sekadar bertani, tetapi juga cerdas berwirausahatani dengan memanfaatkan teknologi,” kata Mentan Syahrul.

SYL, sapaan Mentan Syahrul menegaskan betapa pentingnya peran sektor pertanian di Indonesia hingga saat ini. “Sektor Pertanian tidak boleh berhenti bergerak agar kebutuhan pangan tetap terjaga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa tugas pokok dan fungsi penyuluh dan petani yaitu menggenjot produktivitas pertanian, meningkatkan kualitas produk, dan menjaga kontinuitas produk pertanian.

“Saat ini harga pangan lokal sedang bagus. Ini adalah kabar baik bagi para petani. Ayo genjot produktivitas pangan lokal dan ekspor produk pertanian kita,” ajak Dedi.

Narasumber Ngobras, Ardiansyah merupakan, Duta Petani Milenial asal Kabupaten Sambas yang merupakan pemenang lomba video blog kementan tahun 2022 telah sukses dalam budidaya buah naga.

Di balik kesuksesannya, ada cerita pahit pada saat Ardiansyah mengawali budidaya buah naga ini. Kesulitan yang dihadapinya tersebut tak membuatnya patah arang. Sebaliknya, justru menjadikannya makin semangat melanjutkan usaha budidayanya.

Narasumber lainnya yang merupakan penyuluh pertanian yang mendampingi Ardiansyah dalam berbudidaya buah naga, Darma Irawan menjelaskan proses budidaya buah naga yang ada di Kabupaten Sambas.

“Budidaya buah naga di Kabupaten Sambas memanfaatkan bahan organik/sampah pertanian, selain itu juga menggunakan cocopeat dan sabut kelapa,” ungkap Darma.

Budidaya buah naga perlu diperhatikan mulai dari bibit, persiapan lahan, pemasangan tiang panjat, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan dan pemangkasan untuk menghasilkan buah naga yang sangat manis.

“Buah naga ini walaupun pahit pada saat ditanam, namun pada saat panen mendapatkan hasil yang sangat manis,” pungkas Dedi.

No More Posts Available.

No more pages to load.