JAKARTA— Meningkatnya kasus begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran, hingga berbagai bentuk kriminalitas jalanan di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dinilai sebagai peringatan serius bagi keamanan dan kualitas kehidupan warga ibu kota.
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, menegaskan bahwa Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan wajah Indonesia tidak boleh dibiarkan tumbuh dalam suasana ketakutan akibat maraknya kriminalitas jalanan.
“Jakarta tidak boleh menjadi kota yang membuat warganya takut pulang malam, takut menggunakan transportasi umum, atau cemas ketika anak-anak mereka beraktivitas di luar rumah. Keamanan adalah hak dasar masyarakat dan negara wajib hadir melindunginya,” tegas Achmad Azran, Jumat (29/5).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul operasi besar Polda Metro Jaya yang berhasil mengungkap ratusan kasus kejahatan jalanan sepanjang Mei 2026. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan ratusan pelaku berikut berbagai barang bukti seperti kendaraan hasil curian, senjata tajam, hingga alat yang digunakan dalam aksi pembegalan dan curanmor.
Pria yang biasa disapa Bang Azran mengapresiasi langkah cepat dan tegas aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat. Namun menurutnya, persoalan kriminalitas jalanan tidak cukup ditangani melalui pendekatan penegakan hukum semata.
“Kita tentu mendukung tindakan tegas terhadap pelaku kriminal. Tetapi Jakarta juga membutuhkan solusi yang lebih mendasar. Banyak anak muda yang tumbuh di tengah tekanan ekonomi, lingkungan sosial yang rapuh, penyalahgunaan narkoba, hingga minimnya ruang kegiatan positif,” ujarnya.
Pria asli Betawi itu juga menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mengambil peran lebih aktif dalam membangun sistem pencegahan sosial yang kuat dan berkelanjutan.
Menurut ketua FORKABI itu, keamanan kota tidak hanya bergantung pada patroli aparat, tetapi juga pada kualitas tata kota, perhatian terhadap generasi muda, kekuatan lingkungan sosial, dan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta bersama aparat keamanan dan masyarakat untuk segera memperkuat langkah-langkah konkret, antara lain, Penambahan CCTV dan penerangan jalan di titik rawan kriminalitas, Penguatan patroli terpadu antara kepolisian, TNI, Satpol PP, dan unsur masyaraka, Revitalisasi kegiatan olahraga, seni, dan kepemudaan di tingkat kelurahan, Penyediaan program pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi bagi remaja rentan, Pengetatan pengawasan peredaran narkotika dan senjata tajam, Penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis RT/RW dan partisipasi warga.
Bang Azran juga mengingatkan pentingnya membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat Jakarta yang semakin individualistis.
“Keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Kota ini membutuhkan kepedulian sosial, perhatian antarwarga, dan lingkungan yang saling menjaga. Jangan sampai Jakarta kehilangan rasa kebersamaan,” katanya.
Ayah empat anak dan tiga cucu itu pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa menciptakan kepanikan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
“Jangan takut, tetapi jangan lengah. Mari kita jaga Jakarta bersama-sama dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” lanjutnya.
Sebagai wakil daerah DKI Jakarta di DPD RI, Achmad Azran memastikan dirinya akan terus mendorong penguatan kebijakan keamanan perkotaan, perlindungan masyarakat, serta pembangunan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan di ibu kota.
“Jakarta harus menjadi kota yang aman, manusiawi, dan memberi harapan bagi generasi mudanya. Kita tidak boleh kalah oleh rasa takut maupun kriminalitas jalanan,” tutup Achmad Azran.(*)




