Tangerang – 10 November 2025. Talk Show Pemuda Desa Kadu yang diselenggarakan Karang Taruna Desa Kadu pada Minggu malam lalu berhasil menciptakan ruang kolaborasi yang solid, mempertemukan tiga pilar utama pembangunan: Pemerintah Desa, Wakil Rakyat (DPRD), dan Organisasi Kepemudaan (KNPI).
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk menjadikan pemuda sebagai mitra strategis, bukan sekadar pelengkap, dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan desa.
Suasana cair, interaktif, dan penuh gagasan yang dipandu oleh Raden Siska Marini menjadi kunci keberhasilan forum ini. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan pemuda, pemerintah, dan wakil rakyat duduk bersama membahas peluang dan tantangan Desa Kadu di tengah laju urbanisasi.
Kepala Desa Kadu, M. Asdiansyah, kepala desa kadu mengambil peran sebagai fasilitator di tingkat lokal. Ia menegaskan bahwa dengan APBDes yang mencapai hampir Rp6 miliar, Desa Kadu memiliki potensi fiskal untuk diinvestasikan pada program pemuda.
“Kami membuka peluang seluas-luasnya agar pemuda turut serta, bukan hanya mendengarkan, tetapi masuk dalam forum perencanaan,” kata Asdiansyah, menunjukkan kesediaan pemerintah desa untuk bertransformasi menjadi kolaborator.
Perwakilan rakyat, Fahrizal Azmi dari DPRD Kabupaten Tangerang, kemudian memperkuat janji tersebut dengan menawarkan solusi pada level kebijakan kabupaten.
Azmi menjelaskan secara rinci bagaimana ide-ide pemuda dapat diadvokasi melalui mekanisme formal, seperti pemanfaatan momentum Reses, pengawalan usulan yang telah masuk RKPDes, hingga pemanfaatan instrumen Pokok Pikiran Dewan (Pokir). Kehadiran Azmi memutus rantai birokrasi yang selama ini dirasakan jauh oleh pemuda, menegaskan bahwa DPRD adalah rumah aspirasi yang dapat diakses.
Melengkapi dua pilar tersebut, M. Yusuf Basnar, Ketua KNPI Kabupaten Tangerang, berfokus pada penguatan kapasitas. Yusuf menekankan pentingnya pelatihan soft skill dan program KNPI School sebagai upaya untuk meningkatkan daya tawar pemuda Kadu di tengah persaingan yang kian ketat akibat urbanisasi. Menurutnya, kolaborasi ini harus diawali dengan kesiapan mental dan keterampilan pemuda itu sendiri.
Di sisi lain, Fariz Amrullah, Ketua Karang Taruna, menutup kolaborasi ini dengan komitmen organisasi. Ia berjanji akan menjadikan Karang Taruna sebagai “rumah gagasan” yang berfungsi sebagai inkubator ide-ide pemuda sebelum disalurkan kepada Kepala Desa, KNPI, atau DPRD.
Secara keseluruhan, Talk Show ini sukses menjadi cetak biru kolaborasi yang ideal. Pemuda Desa Kadu tidak lagi diminta menunggu, melainkan didorong, difasilitasi, dan diberi peta jalan oleh para pemangku kepentingan untuk secara aktif berpartisipasi dan masuk ke dalam ruang perencanaan pembangunan desa hingga kabupaten.












