Kostratani Dukung Proyek IPDMIP Maksimalkan Pertanian Pesisir Selatan

oleh -76 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//SUMATERA BARAT – Potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mampu dimaksimalkan dalam proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

Hal ini terlihat dari kegiatan panen padi yang dilakukan di Kampung Bukit Tapus, Nagari Pondok Parian, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku senang dengan keberhasilan petani dan penyuluh menggelar panen.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, ditambah dengan musim kemarau, panen padi adalah hal penting. Sebab, panen memastikan ketahanan pangan kita tetap terjaga. Oleh karena itu, kita mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak baik pada peningkatan produksi pertanian, seperti kegiatan IPDMIP yang di-support juga BPP Kostratani,” tutur Mentan SYL, Senin (03/08/2020).

Sambutan positif juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Lewat kegiatan IPDMIP, kita ingin meningkatkan produksi pertanian. Khususnya pada wilayah sekitar daerah irigasi yang menjadi lokasi IPDMIP. Proyek ini bukan hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Menurut Dedi Nursyamsi, proyek IPDMIP akan berjalan semakin maksimal sebab turut dikawal oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani.

“Dalam implementasi di lapangan nantinya, petani akan selalu didampingi penyuluh pertanian dari BPP Kostratani agar hasil pertanian menjadi lebih maksimal. Dan produksi juga bisa meningkat,” ujar Dedi.

Di Pesisir Selatan, ada sekitar 7 BPP Kostratani yang berada di lokasi Lokasi IPDMIP. Yaitu BPP Bayang, BPP IV Jurai, BPP Batang Kapas, BPP Sutera, BPP Lengayang, BPP Linggo Sari Baganti, dan BPP Lunang yang menjadi lokasi panen padi.

Panen di lokasi IPDMIP wilayah BPP Kostratani Lunang, dilakukan Kelompok Tani Talao dengan penyuluh Eni Warnita. Panen dilakukan pada lahan seluas 25 hektare (ha) dengan varietas Junjuang dan masa panen 1 hari.

Produktivitas GKP yang dihasilkan sebanyak 5,8 ton/ha, dengan harga GKP sekitar Rp. 5.000/kg atau sekitar Rp 350.000/karung.

“Kita berharap keberhasilan ini bisa membuat petani terus semangat untuk meningkatkan lagi produktivitasnya,” harap Dedi Nursyamsi.(EZ)