Pantura Digoyang Kostratani, Petani Milenialnya Langsung Bergelimang Fasilitas Terbaik

oleh -34 views

TEGAL – Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) membuat pertanian di sisi barat poros Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa semakin berwarna kekinian. Kostratani bisa menjembatani beragam potensi petani milenial Tegal dan Brebes melalui beragam program unggulan. Apalagi, alokasi anggaran puluhan juta rupiah ikut disuntikan sebagai modal usaha. Kids Zaman Now tertarik?

 

Kostratani sudah meluncur mulus di Kabupaten Tegal dan Brebes pada Rabu (9/9). Launching 8 BPP Model Kostrataninya dilakukan oleh bupati masing-masing di tempat berbeda. Mereka masing-masing mengaktifkan 4 Kostratani dengan beragam keunggulan dan potensinya. Menariknya lagi, Kostratani juga selalu jadi trigger bagi petani milenial di daerah tersebut. Kompetensi mereka dipoles plus diberi suntikan modal.

 

“Pertanian dengan industrinya terus menarik minat milenial. Pertumbuhan petani milenial di Tegal ini cukup kompetitif. Mereka tertarik karena pertanian dengan industrinya tidak terdampak krisis apapun. Dengan kapasitas mereka, kami optimistis pertanian di Tegal semakin eksis dan tumbuh berkembang,” ungkap Bupati Tegal Umi Azizah, Rabu (9/9).

 

Membentuk mata rantai pertanian baru, Kabupaten Tegal sekarang memiliki sekitar 37 petani milenial yang tersertifikasi. Adapun slot Mitra Usaha Muda mencapai 28 orang per tahun, lalu memiliki 596 nama pelaku UMKM. Untuk mengakselerasi petani milenialnya, Tegal sudah mengalokasikan subsidi modal usaha sebesar Rp15 Juta per Orang. Mereka juga mendapatkan pendampingan dari dinas terkait.

 

“Kami serius mengoptimalkan potensi petani milenial untuk kemajuan pertanian Tegal. Dukungan dana APBD juga sudah diberikan, selain beragam pelatihan yang kami berikan. Mereka mendapatkan Bimtek (Bimbingan Teknis) hingga Magang. Jadi selain produktivitas, kini pertanian Tegal makin berdaya saing dengan kualitasnya. Hasilnya tentu bagus secara ekonomi,” jelas Umi.

 

Melegitimasi eksistensi petani milenial, perhatian lebih diberikan Pemerintah Kabupaten Tegal. Mereka akan melantik Pemuda Petani yang notebene petani milenial pada Senin (28/9). Sudah jadi tradisi baru, Tegal selalu memberi slot besar bagi wirausahawan muda. Setiap tahun selalu ada 28 wirausahawan muda yang direkrut dengan peminat antara 400 hingga 505 orang.

 

“Pemuda Petani dan wirausahawan muda sesuai dengan visi-misi Tegal saat ini. Setiap tahun, kami terus tumbuhkan minat bertani kepada para milenial Tegal. Para milenial menjadi aset berharga bagi pertanian di sini. Ke depannya, kami akan terus dorong pertumbuhan petani milenial dari sisi kuantitas sekaligus kualitasnya,” tegas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal Toto Subandriyo.

 

Serupa Tegal, Brebes juga terus memoles potensi petani milenialnya. Mereka juga memberikan pelatihan khusus bagi Kids Zaman Now. Aliran dana segar dengan jumlah kompetitif pun berpotensi diberikan. Namun syaratnya, para petani milenial mampu menaikan produktivitas tingkat pertanian Brebes secara signifikan. Bupati Brebes Idza Priyanti lalu mengatakan, slot petani milenial akan terus ditambah.

 

“Dengan Kostratani, kompetensi petani milenial tentu akan naik. Manfaatnya bisa dirasakan oleh semua. Untuk itu, kami akan fokus menaikan jumlah petani milenial termasuk kompetensinya. Apalagi, dunia pertanian terus dilirik milenial di Brebes,” kata Idza.

 

Menyempurnakan usaha daerah, beragam program unggulan juga disiapkan Kementan bagi para petani milenial. Mereka memiliki program Pendidikan Vokasi yang melibatkan 10 instansi. Ada juga program Pelatihan Vokasi yang melibatkan 10 Balai Besar Pertanian dengan sebaran merata di Indonesia. Tawaran menarik juga diberikan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

 

Program PWMP memberikan insentif Rp15 Juta hingga Rp35 Juta. Kegiatan pendampingan juga tetap diberikan, selain pengolahan tanah dan pemanenan dengan Alsintan. Semakin berwarna, Kementan pun menawarkan program Youth Entrepreurship and Employment Support Service (YESS). Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menerangkan, daerah aktif.

 

“Daerah sangat aktif mendorong pertumbuhan petani milenial berkualitas. Kami pun tentu akan dorong dengan beragam program berkualitas selain pemberian modal usaha. Apa yang dilakukan Tegal hingga Brebes layak digunakan sebagai referensi. Sebab, ke-2 kabupaten di Pantura ini melangkah maju untuk urusan petani milenialnya,” terang Dedi.

 

Menguatkan posisi tawarnya, Kementan sebenarnya berhasil membangun habitat Kids Zaman Now di sektor pariwisata. Hingga pertengahan April 2020, jumlah petani milenial mencapai 2,7 Juta nama. Nilai ini memiliki slot sekitar 8% dari total petani yang mencapai 33,4 Juta orang. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan, petani milenial elemen vital dalam kelangsungan pertanian dan industrinya.

 

“Kami apresiasi tiap daerah yang terus memberikan support bagi petani milenial. Para petani milenial ini sangat penting bagi kelangsungan pertanian sekaligus industrinya. Kalau kompetensi mereka itu tinggi, maka akan dihasilkan produktivitas pertanian tinggi dan berkualitas,” paparnya.(***)