Sangat Cair, Kebijakan PPnBM Naikan Konsumsi Properti

oleh -93 views

JAKARTA – Kebijakan penerapan penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sukses mengatrol konsumsi properti. Penjualan rumah tapak naik seiring cairnya indeks rasio pendapatan di pos konsumsi. Apalagi, pemerintah sudah memberikan subsidi hingga 100% untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor properti.

“Penjualan properti menggembirakan. Naik signifikan. Konsumen memanfaatkan momentum PPnBM ini dengan baik. Grafik untuk penjualan rumah tapak sangat tinggi. Memang ada perubahan perilaku dari konsumen dengan cendrung memilih rumah tapak,” ungkap Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Consumer Division Bank BTN Suryanti Agustinar.

Mengacu data BTN, konsumen sangat berminat terhadap rumah tapak untuk range harga Rp500 Juta hingga Rp80 Juta. Untuk kawasan Jabodetabek, konsumen lebih memilih pembelian rumah di luar area Jakarta. Memilih kawasan Bogor, Tangerang, Bekasi, konsumen mengutamakan spot yang punya akses transportasi terbaik. Sebut saja, kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT), busway, dan jalan tol. Ada juga pertimbangan sekolah dan pusat perbelanjaan.

“Terus menaikan konsumsi secara umum tetap menjadi perhatian pemerintah. Pergerakan positif pada industri properti tentu sangat menggembirakan. Sejak awal, pemerintah memang memberi perhatian untuk lini in karena potensinya sangatlah besar,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Mencairkan lini konsumsi properti, konsumen memang mulai mengurangi porsi pendapatan ditabung. Sebaliknya, porsi konsumsi semakin tinggi. Porsinya bahkan sempat menyentuh angka 73,5% dan jadi eve tertinggi setidaknya sejak 2012. Apalagi, dorongan diberikan pemerintah melalui subsidi PPN yang mencapai Rp5 Triliun. Adapun PPnBM untuk pembelian mobil mencapai Rp2,99 Triliun.

“Properti akan mendorong program pemulihan ekonomi nasional. Sebab, pada lini ini juga melibatkan banyak orang dan industri. Kalau semua lini industri bergerak, perekonomian nasional akan cepat stabil dan tumbuh positif,” tutup Airlangga.(***)