KUNINGAN – Untuk menjaga ketahanan pangan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melakukan kegiatan Luas Tambah Panen (LTP) dengan memanfaatkan luas hamparan 12 hektare (ha). Para petani memanfaatkan lahan ini untuk menanam padi varietas Inpari 33.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap kegiatan ini bisa berdampak positif pada peningkatan produksi pertanian.
“Tantangan kita saat ini adalah memastikan produksi pertanian tidak berhenti. Memastikan pangan yang dihasilkan dari pertanian bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, produksi harus terus ditingkatkan,” tuturnya.
Harapan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.
“Dalam kondisi pandemi Covid-19, badan kita membutuhkan imunitas. Dan pembentukan imunitas itu berdasarkan pangan yang kita konsumsi. Pangan itu sumbernya dari pertanian. Oleh sebab itu, pertanian tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh bersoal,” katanya.
Dedi Nursyamsi pun mengajak seluruh insan pertanian untuk memanfaatkan semua lahan untuk menanam.
Kita harus terus tanam. Manfaatkan semua lahan yang tersedia. Bahkan kita bisa memanfaatkan lahan pekarangan, menanam secara hidroponik, dan lainnya. Intinya pertanian tidak boleh berhenti. Kita harus menjaga ketahanan pangan,” katanya.
Kegiatan LTP Padi Sawah di Kabupaten Kuningan, dilakukan Poktan Marga Mulya di Blok sawah Cipariuk, di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur.
Dengan memanfaatkan varietas padi Inpari 33, petani mendapatkan Ubinan 4,4 Kg, dengan Luas Panen 0,14 Ha, dan Luas Hamparan 12 Ha.
Kegiatan ini ini mendapat pendampingan dari Penyuluh Euis Budiasih, Datis Rusminah, Koordinator BPP Dini Dwirestina, serta POPT Iman Nurul Iman.(YTS/EZ)





