Kegelisahan Direktur kepada Dirut PT LIB Wajar

oleh -122 views

Jakarta – Anggota Komite Eksekutif PSSI, Haruna Soemitro ikut angkat bicara terkait surat yang dilayangkan tiga direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada para pemegang saham.

Meski begitu, Haruna mengaku bahwa ini bukan ditujukan kepada pihak atau personel tertentu. Bukan juga kepada direktur operasional, direktur bisnis, maupun direktur bisnis. Dalam konteks ini yang salah ialah Direktur Utama PT LIB Cucu Somantri

“Ini surat sebagai ungkapan kegelisahan dan keresahan para direktur terkait internal perusahaan. Mereka memberitahukan kepada pemegang saham LIB dalam hal ini 18 klub Liga 1 tentang kondisi internal perusahaan,” kata Haruna Soemitro.

Seperti diketahui, pada Senin (4/5/2020) tiga petinggi PT LIB yakni Rudy Kangdra (direktur bisnis), Sudjarno (direktur operasional) dan Anthony Chandra Kartawiria (direktur keuangan) mengirimkan surat kepada semua pemegang saham PT LIB.

“Saya kira wajar, para direktur ini melayangkan surat tersebut. Pastikan tidak ada anak buah yang salah. Kalau ada dinamika perusahaan sampai terekspose keluar artinya pimpinannya yg tidak mampu dan tidak cakap. Bagaimana ada laporan arus kas perusahaan yang tanda tangan bukan direktur keuangan tapi direktur utama,” jelas pria yang juga Direktur Madura United tersebut.

Menurut tiga direktur PT LIB tersebut, mereka melayangkan surat itu karena beranggapan bahwa para pemegang saham, termasuk klub dan PSSI, berhak mengetahui situasi terkini perusahaan.

Beberapa keputusan sepihak direktur utama LIB, Cucu Somantri seperti soal pengangkatan Pradana Aditya Wicaksana sebagai General Manager PT LIB. Ini menjadi polemik karena Aditya adalah anak kandung Cucu Somantri.

Kemudian, yang terkini, Cucu Somantri, yang juga wakil ketua umum PSSI, disebut memutuskan sendiri pemangkasan subsidi untuk klub-klub Liga 1 dan 2 musim 2020.

Di dalam surat yang ditembuskan ke Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI, Exco PSSI, Plt Sekjen PSSI dan Dewan Komisaris PT LIB tersebut, ketiga direktur LIB menjabarkan empat poin yang intinya meminta kepada para pemegang saham untuk mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa.

Mereka berharap RUPS luar biasa itu menjadi ajang evaluasi internal dan mengambil langkah-langkah penyelamatan PT LIB.(***)