Hangatnya Api Unggun di Bukit Cinta Program We Love Bali Kemenparekraf Bikin Suasana Jadi Akrab

oleh -36 views

KARANGASEM – Salah satu moment terbaik saat berkunjung ke Bukit Nampo Karangasem adalah berkemah. Ya, bukit yang juga dikenal dengan sebutan Bukit Surga itu menawarkan atraksi menikmati panorama alam dengan berkemah. Malam hari, selain pemandangan yang menarik kita juga dapat menjalin kehangatan dengan api unggun. Kita juga disajikan live music sambil dan berdendang bersama.

Perjalanan menuju Bukit Cinta juga cukup menarik. Kita akan melintasi kebun salak dan diperkenankan untuk memetiknya. Dari lokasi Bukit Nampo Karangasem, para pengunjung bisa secara langsung menyaksikan pemandangan alam hijau yang dimiliki Pulau Dewata. Berada di ketinggian 795 meter di atas permukaan laut, tempat ini memang menyajikan pemandangan dataran tinggi yang sungguh menyejukkan mata.

Wisatawan bisa menyaksikan pemandangan indah di tempat ini kapan saja. Pada pagi hari, pemandangan yang disuguhkan adalah hamparan pemandangan hijau yang berhiaskan matahari terbit. Sementara pada malam hari, pengunjung bisa menyaksikan gemerlap Kota Amlapura dari ketinggian bukit ini.

Selain menyimpan pemandangan yang indah, ada cerita menarik mengenai keberadaan tempat ini sebagai lokasi wisata. Dulunya, tempat ini merupakan sebuah bukit biasa dan jauh dari kesan sebuah tempat wisata. Namun, hal itu berubah karena adanya campur tangan kera yang biasa hidup di area sekitar. Kok bisa?

Masyarakat sekitar sempat heboh karena diramaikan adanya serangan para kera liar yang menyasar dan mencuri makanan dari perkebunan milik warga. Mereka pun kian gusar karena populasi kera yang berasal dari hutan itu terus mengalami peningkatan. Akhirnya, warga berinisiatif membangun bale bengong yang dijadikan tempat nongkrong sekaligus berjaga-jaga jika ada serangan monyet liar.

Keberadaan bale bengong itulah yang menjadi cikal bakal keberadaan Bukit Nampo Karangasem menjadi tempat wisata yang kini ramai dikunjungi wisatawan. Pada saat itu, sedikit demi sedikit warga dari desa sekitar datang ke tempat ini karena tertarik dengan pemandangan indah yang ada. Lama-lama, jumlahnya meningkat drastis hingga akhirnya ada inisiatif untuk menjadikan tempat ini sebagai lokasi agrowisata.

Keberadaan jejaring sosial Instagram menjadi alat yang efektif dalam mempopulerkan keberadaan Bukit Nampo Karangasem. Terlebih, tempat ini memang menjanjikan lokasi foto selfie yang instagramable. Tidak jarang pengunjung mengetahui keberadaan tempat ini dari jejaring sosial yang menjadi sarana berbagi foto tersebut.

Mereka yang datang ke sini juga tidak hanya masyarakat lokal, tapi juga para wisatawan mancanegara. Suasananya yang alami dan hijau membuat betah siapapun yang datang ke sini. Terlebih bagi para pencinta foto selfie. Bakal betah deh berlama-lama di sini.

Bukit ini menjadi bagian dari wilayah administratif dari Banjar Tanahampo yang masuk dalam Desa Jungutan di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Tempat ini menjadi destinasi wisata alam baru yang ada di Karangasem. Peresmiannya dilakukan pada pertengahan 2016 dan dilakukan secara langsung oleh Bupati Karangasem.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani menuturkan, sebagai pintu gerbang utama Indonesia yang telah memberikan kontribusi tertinggi terhadap pariwisata nasional, Pulau Bali mendapatkan pukulan telak akibat pandemi COVID-19. Bukan tanpa dasar, sebab pariwisata merupakan sektor yang paling pertama terdampak imbas pandemi COVID-19. “Terbatasnya mobilitas masyarakat, ditutupnya penerbangan internasional serta ditutupnya tempat-tempat rekreasi dan hiburan memberikan dampak ekonomi sangat besar terhadap sektor pariwisata,” kata dia.

Dalam upaya memperbaiki kondisi ekonomi yang terpuruk selama pandemi COVID-19 dan dalam rangka membangkitkan pariwisata Bali, Pemerintah Daerah Bali melalui Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali yang didukung dan dibiayai penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan program ‘We Love Bali’, di mana masyarakat lokal diundang dan dibiayai untuk berlibur dan menikmati daya tarik wisata Bali sekaligus diperkenalkan dan mendapatkan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE yaitu cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan) dan environment friendly (ramah lingkungan).

“Implementasi penerapan CHSE melalui program ‘We Love Bali’ ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk hotel, usaha perjalanan wisata, usaha transport, pemandu wisata, restoran, daerah tujuan wisata, UMKM dan lain sebagainya,” tutur Rizki.

Adapun destinasi wisata yang dikunjungi adalah destinasi wisata yang sudah populer maupun destinasi baru di seluruh penjuru Bali. Program We Love Bali ini, Rizki melanjutkan, bertujuan untuk memberikan edukasi penerapan protokol CHSE kepada peserta, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat di destinasi wisata, sebagai sarana memperkenalkan destinasi/atraksi wisata baru yang tersebar di seluruh Pulau Bali, mempromosikan pariwisata Bali Era Baru melalui media sosial peserta, menyiapkan pariwisata Bali untuk menyambut wisatawan mancanegara sejalan dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020 dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di destinasi wisata yang dikunjungi.

“Pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat di setiap daya tarik wisata yang dikunjungi, seperti wajib mengikuti pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan sebelum memasuki daya tarik wisata, menggunakan handsanitizer, mengenakan masker dan menjaga jarak saat berkunjung ke destinasi wisata,” jelasnya.

“Selama perjalanan peserta akan diberikan pengertian dan diingatkan untuk mentaati protokol kesehatan dan juga sekaligus diajak untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga pelestarian alam pada setiap destinasi wisata yang dikunjungi,” tambah Rizki.

Melalui program ini Rizki berharap peserta ikut menjadi duta pariwisata yang dapat menggaungkan bahwa Bali siap menerima kunjungan wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, sekaligus memberi contoh pada masyarakat bagaimana cara berwisata yang aman dan bertanggungjawab untuk mencegah penularan Covid-19.(*)