Kemenparekraf Dukung Reaktivasi Pariwisata NTB lewat Accomodation Expo & Tenun Fest

oleh -47 views

LOMBOK – Kemenparekraf/Baparekraf memberikan dukungan untuk Reaktivasi Misi Penjualan Pariwisata NTB melalui Accomodation Expo & Tenun Fest Lombok Sumbawa 2020. Kegiatan ini berlangsung di Lombok Epicentrum Mall,7-8 Desember 2020.

Koordinator Pemasaran Area 1 Regional 1 Kemenparekraf RI Taufik Nurhidayat, mengatakan sektor pariwisata merupakan sektor yang paling pertama terdampak Covid-19.

“Dampaknya adalah penurunan ekonomi masyarakat dan peningkatan pengangguran maupun PHK. Padahal banyak masyarakat yang hidupnya bergantung pada sektor pariwisata,” tuturnya.

Taufik menambahkan, untuk bisa memulihkan sektor pariwisata agar tetap berkelanjutan ditengah pandemi, diperlukan adaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19.

“Caranya dengan berusaha menjalani hidup seperti sedia kala dan menerima segala sesuatu dengan lebih realistis, namun dengan tetap menerapkan protokol global terkait standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Hal ini harus dilakukan guna mengembalikan kepercayaan wisatawan di Era Normal Baru (New Normal Era),” katanya.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk mendorong percepatan pengembangan pariwisata serta upaya peningkatan dan pergerakan antusias masyarakat untuk berwisata lagi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini lebih memfokuskan kepada upaya menggerakkan Wisatawan Nusantara (domestik) yang memiliki kontribusi yang signifikan bagi peningkatan PDB dan penggeliatan ekonomi dan bisnis.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan, salah satu cara atau strategi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata Khususnya Deputi Bidang Pemasaran dalam hal ini Direktorat Pemasran Pariwisata Regional I, adalah melakukan pelaksanaan dan pendukungan Pameran Pariwisata Pasar Nusantara di daerah-daerah.

Pria yang akrab disapa dengan sebutan inspektur VJ itu menambahkan, pameran merupakan suatu bentuk pertemuan, yang mempertemukan antara produsen dan pembeli.

“Namun pengertian pameran lebih jauh adalah suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, kelompok, organisasi, perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan display produk kepada calon relasi atau pembeli,” jelasnya.

Adapun macam pameran itu adalah: show, exhibition, expo, fair dan lainnya. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dan didukung pada event pameran kali ini antara lain consumer show, atau consumer selling, desiminasi informasi dan pembagian bahan promosi serta pertunjukan kesenian dengan pelaksanaan yang memperhatikan
protokol Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE).

“Untuk memfasilitasi industri pariwisata Indonesia, Kemenparekraf/Baparekraf akan menyewa dan mendekorasi lahan seluas 900 M2 yang nantinya akan dimanfaatkan oleh industri pariwisata dan ekonomi kreatif se provinsi NTB, guna mempromosikan dan memasarkan produk-produknya” ujarnya.

Pihak-pihak yang akan ikut membantu dan bekerja sama pada acara ini yaitu
Dinas Pariwisata NTB, Dekranasda, serta BPPD NTB serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pameran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/UMKM yang dilaksanakan pada tgl 7 dan 8 Desember ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan serta pergerakan wisatawan nusantara yang berdampak pada perputaran ekonomi daerah di era pandemi covid 19.(*)