Peserta Pitching Kemenparekraf di Sumatera Utara Berhasil Yakinkan Investor

oleh -1,970 views

MEDAN – Kegiatan Pitching Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif Subsektor Kuliner, Kriya, Fesyen, Fotografi dan Musik yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel JW Marriott Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/7/2022), meraih hasil positif.

Sebab, para peserta mampu meyakinkan para investor yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Total peserta pitching berjumlah 27 orang yang terdiri dari pelaku ekraf di Danau Toba dan sekitarnya. Rinciannya, peserta subsektor kuliner sebanyak 12 orang, kriya 2 orang, fesyen 9 orang, dan musik 4 orang.

Narasumber pitching adalah Iim Rusyamsi (CEO Sejahtech & Kreafi.com), dan Farid Rifai (Owner Al-Kautsar Jakarta).

Direktur Pengembangan SDM Ekraf Kemenparekraf, Erwita Dianti, yang diwakilkan Frianty Kartika Widhi, Subkoordinator Edukasi I B, mengatakan kegiatan pitching Widuri dihadiri oleh calon investor secara online sebanyak 22 orang.

Sementara Plt.Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Frans Teguh, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam program Widuri.

“Kegiatan pitching ini adalah lanjutan dari pelatihan pra pitching. Diharapkan presentasi pitch deck yang ditawarkan dapat menarik calon investor dengan menawarkan model bisnis terbaik, memiliki kompetensi yang tangguh, resilient, dan visioning,” katanya.

Frans Teguh menambahkan, pelaku ekraf dapat menjadi agen perubahan sebagai enterpreneur, menjadi pilar pembangunan ekonomi kreatif.

“Juga menciptakan dan menyerap lapangan pekerjaan dan merupakan kebangkitan bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan ekonomi kreatif hadir sebagai kekuatan baru ekonomi nasional yang tidak akan tergerus oleh zaman.

“Karena sumber daya utamanya adalah kreatifitas atau ide manusia. Saat ini, ada 34 juta masyarakat yang menggantungkan pada sektor ekonomi kreatif, dan pada tahun 2023 bertambah menjadi 36 juta,” jelasnya.

Sandiaga Uno menambahkan, Kemenparekraf hadir dengan berbagai program dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di sektor parekraf yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu.

“Dan Program WIDURI telah sampai pada tahap akhir yakni pitching. Sudah saatnya kita aktif menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari pekerjaan. Tunjukkan kualitas produk ekraf kita apalagi saat ini ada momen G20 dimana Indonesia menjadi tuan rumah,” katanya.

Ia menambahkan, untuk menjadi sukses, harus inovatif, adaptif, berani mengambil resiko, dan memiliki softskilling dan upskilling, dengan menerapkan 4-AS, berkolaborasi dan garap semua potensi.

No More Posts Available.

No more pages to load.