Selain Nonton MotoGP, Wisatawan Wajib Sempatkan Kunjungi Desa Wisata, FJB dan Panggung Hiburan

oleh -6,390 views

MOTOGP di Lombok Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu event internasional yang akan menyedot perhatian wisatawan domestik dan mancanegara tahun ini. Tentunya hal itu menjadi kesempatan bagi para pelaku wisata untuk bangkit.

Bagi para wisatawan pun, ajang internasional itu tak hanya bisa dimanfaatkan untuk menonton balap motor, tapi juga menjelajahi potensi wisata di NTB. Ada sejumlah desa wisata yang layak dikunjungi oleh para penonton MotoGP Mandalika. Diantaranya:

Desa Wisata Tetebatu

Desa Wisata Tetebatu adalah satu dari sekian banyak desa wisata indah di Lombok yang bisa kamu datangi. Terletak di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), desa ini disebut sebagai surga kecil di kaki Gunung Rinjani.

Desa Tetebatu menyuguhkan panorama pegunungan dan persawahan yang subur nan hijau memesona.

Berbagai fasilitas juga tersedia di desa ini, seperti homestay, rumah makan, dan perkebunan hortikultura yang hasilnya cocok dijadikan sebagai buah tangan.

Sebelumnya, Desa Tetebatu secara resmi mewakili Indonesia dalam ajang lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village) yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO). Terdapat enam keunggulan yang menjadi daya tarik wisata di Desa Tetebatu. Di antaranya warisan budaya, wisata alam air terjun yang terdapat lebih dari tiga titik, bumi perkemahan, wisata ramah lingkungan, dan rute lintasan sepeda gunung. Meski belum berhasil menang, Desa Tetebatu adalah salah satu desa wisata yang dapat dicontoh dan sayang untuk dilewatkan.

Desa Wisata Sade

Belum lengkap rasanya jika tak berkunjung ke Desa Wisata Sade yang menjadi ikon Lombok. Desa Sade adalah desa tempat bermukimnya Suku Sasak yang merupakan suku asli masyarakat Lombok. Kabarnya kebudayaan suku ini juga tercatat dalam Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Nala dari Kerajaan Majapahit.

Keunikan Desa Sade terdapat pada bangunan-bangunan rumah penduduknya yang masih menjaga keaslian adat istiadat. Bagian atap terbuat dari ijuk jerami atau rumbia. Untuk dinding atau bilik semuanya dari bambu, sedangkan lantainya dibuat dari campuran getah pohon, abu jerami dan tanah liat.

Selain itu, ada pula atraksi budaya yang digelar oleh penduduk desa di hari-hari tertentu. Beberapa di antaranya yang populer di kalangan para wisatawan adalah Tari Paresean, Tari Gendang Beleq, dan Tari Amaq Temenges.

Selain tradisi dan kebudayaannya yang unik, Desa Sade juga dikenal sebagai pembuat kain tenun yang khas. Hal ini dikarenakan para perempuan di Desa Sade sangat mahir membuat kain tenun. Mereka sudah mulai menenun sejak usia 9 tahun dan itu merupakan sebuah kewajiban bagi seorang wanita di Desa Sade untuk bisa menenun.

Desa ini berada di daerah Rambitan yang juga tak jauh dari pusat kota. Tepatnya bisa kamu temukan di Kecamatan Puju, Kabupaten Lombok Tengah. Hanya butuh waktu 15 hingga 20 menit dari Bandara Internasional Lombok.

Desa Sembalun Lawang

Pesona keindahan Sembalun Seven Wonders
Bergeser ke bagian utara kaki Gunung Rinjani, kamu juga bisa menemukan desa yang tak kalah menariknya, yaitu Desa Sembalun Lawang. Desa ini terletak di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Berada di ketinggian sekitar 1.156 meter di atas permukaan laut (mdpl), Sembalun Lawang menyuguhkan pemandangan alam indah mulai dari hijaunya pepohonan hingga persawahan yang menawan. Belum lagi udaranya yang sejuk khas pegunungan, membuat wisatawan seakan betah untuk berlama-lama di tempat ini.

Selain menyuguhkan pemandangan menakjubkan, Sembalun Lawang memiliki destinasi yang menarik disambangi. Salah satunya adalah Desa Adat Beleq yang menjadi cikal bakal masyarakat Sembalun

Savana Dandaun merupakan destinasi wisata menarik berikutnya yang bisa kamu kunjungi di Sembalun Lawang. Sesuai namanya, tempat ini menyuguhkan padang rumput yang menghijau.

Desa Wisata Karang Pule

Karang Pule merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Di desa wisata ini, wisatawan dapat berinteraksi secara langsung dengan para perajin mengenai cara pengolahan mutiara dari awal pengambilan mutiara berupa bahan mentahnya hingga diproses menjadi cinderamata yang dijual di toko-toko milik warga itu sendiri.

Desa Wisata Gili Gede Indah

Desa wisata di Kecamatan Sekotong Lombok Barat ini merupakan desa yang memiliki potensi wisata berupa wisata bahari. Di sana terdapat banyak pulau-pulau kecil, yaitu Gili Asahan, Gili Rengit, Gili Layar dan Gili Anyaran yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Wisatawan yang datang sudah bisa menginap di homestay dan villa untuk menginap di sana. Fasilitas yang ada pun cukup lengkap, seperti warung-warung kecil, toilet, pusat informasi, camping ground, dan pusat kesehatan.

Desa Wisata Labuan Buwun Mas

Desa wisata ini juga berada di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Desa Buwun Mas terkenal memiliki bukit yang indah dan padang savana dengan latar belakang perbukitan dan pantai yang menawan. Lokasinya berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Desa Wisata Labuhan Pelangan

Berada di Kecamatan Sekotong, desa wisata ini juga memiliki potensi wisata bahari yang indah. Bentang pantainya yang luas, seperti di Pantai Mekaki dan Pantai Selindungan cocok untuk menjadi tempat bersantai. Ada juga beberapa objek wisata alam berupa air terjun dan bukit yang dapat memanjakan mata wisatawan saat berkunjung ke tempat-tempat ini.

Desa Wisata Banyumulek

Desa wisata ini berada di Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Desa Wisata ini merupakan desa yang memiliki potensi wisata berupa kerajinan gerabah. Di sini bisa ditemukan banyak pengrajin gerabah. Namun desa ini juga memiliki potensi wisata lain, seperti destinasi wisata religi berupa Masjid Kembar Menara Tunggal. Wisatawan yang datang bisa menikmati berbagai fasilitas yang memadai, seperti homestay yang dikelola oleh masyarakat setempat, warung- warung kecil, toilet, pusat informasi dan area wifi gratis.

Selain lima desa wisata itu, tentunya masih banyak desa wisata lain di NTB yang bisa disinggahi penonton MotoGP Mandalika. Semua bisa dikunjungi dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan dan aturan setempat.

Panggung Hiburan dan Budaya

Ajang balap MotoGP Mandalika yang berlangsung pada 18 hingga 20 Maret 2022 juha akan dimeriahkan oleh penampilan dari sejumlah musisi dalam negeri. Adapun di antaranya, Padi Reborn, Maliq & D’Essentials, RAN, SAMSONS, Pamungkas, Feel Koplo, Ninda Felina, dan Slank.

Hal itu diungkap oleh Dino Hamid selaku Project & Creative Director dari New Live Entertainment. “Kami sangat bangga dapat menggelar project besar perdana dengan menghadirkan pertunjukan BNI Mandalika Music Vibes di Sirkuit Pertamina Mandalika bersama Padi Reborn, Maliq & D’Essentials, RAN, SAMSONS, Pamungkas, Feel Koplo, Ninda Felina dan Slank,” kata Dino Hamid dari rilis resmi yang diterimanya.

Selanjutnya, Dino mengatakan bahwa para musisi tersebut akan tampil di setiap akhir pertandingan balapan, yaitu pada Sabtu (19/3) dan Minggu (20/3).

Penampilan dari para artis tersebut dapat disaksikan secara langsung (offline) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, maupun daring (online) melalui websitewww.nle.co.id.

Selain itu, sejumlah event digelar guna menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menonton MotoGP. Sebanyak 50 tenant siap masuk plus panggung hiburan musik band-band lokal, musik etnic dan pemutaran film. Musisi lokal bakal ada di panggung FJB Beach Park

Festival Jajanan Bango

Untuk kuliner, dalam rangkain MotoGP juga digelar Festival Jajanan Bango (FJB) Mandalika 2022 yang akan digelar 18 – 20 Maret 2022 mendatang.

FJB berlokasi di area Pantai Kuta Mandalika, puluhan kuliner otentik yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia siap memanjakan selera seluruh pengunjung yang menghadiri acara bergengsi kebanggaan negara, MotoGP Mandalika 2022.

Pentas Musik dan Seni

Selain Festival Jajanan Bango (FJB) juga akan ada pentas musik dan seni. Seperti acara Road to MotoGP The New Rissing of Mandalika, Clossing Ceremony, Tari Kolosal 19-20 Maret 2022 di Sirkuit Mandalika. Sementara di Pasar Seni Sengigi ada pentas musik 19-20 Maret 2022, 16 – 21.30 Wita dengan menampilkan musisi dan seniman lokal antara lain: Intuisi, Pamela Paganini, Yuga Anggana, Seseguh, Yellow Jacket, Tomstone, Pipit & the Maiqkane dan Ary Juliant.

Tak hanya itu, di Beach Park juga ada pentas musik, 18-20 Maret 2022 dengan performance just a Minutes, Billy the Kid, Mandalia Etnik Musik, dan lain-lain. Sementara di masjid Hubbul Wathan Islamic Center digelar Festival Seni Pelajar se Kota Mataram, 18-20 Maret 2022.

Sementara itu, di sekitar sirkuit Mandalika juga ada penginapan berupa camping ground. Menurut Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi tersedia 80 tenda-tenda camping ground eiger bobobox dengan kapasitas 2-3 dan 3-4 orang.

“Tenda camping ground ini full untuk tanggal 18-19 dengan harga kisaran Rp 700-800 ribu. Sedangkan tanggal 20 masih kosong 50 persen dengan harga kisaran Rp 600 ribu,” kata Yusron Hadi.

Sebelumnya Yusron Hadi menyampaikan masih terdapat ketersediaan akomodasi sebanyak 6.492 kamar per 13 Maret 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjelang ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP di Mandalika.

Untuk total kamar yang kosong terdiri dari hotel bintang sebanyak 1.194 kamar, hotel melati 495 kamar, villa 461 kamar, bungalow 882 kamar, homestay 897 kamar, rusun 245 kamar, camping ground 2.220 kamar, dan sarana hunian pariwisata (sarhunta) 98 kamar.

Ribuan kamar kosong tersebut berasal dari Mataram sebanyak 410 kamar, Sembalun 279 kamar, Gili 2.635 kamar, Sekotong 134 kamar, Jerowaru 26 kamar, lalu Senggigi 429 kamar.

Kemudian di Tanjung, Pemenang, dan Gangga dengan total 104 kamar, Lingsar Suranadi 355 kamar, Batukliang Kopang 308 kamar, Senaru 224 kamar, Tetebatu Labuan Aji 245 kamar, dan di Mandalika 1.343 kamar dengan 1.100 berupa camping ground.

Yusron juga mendorong para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengemas paket wisata dengan harga yang tak terlalu mahal. “Kami yakin mendekati hari H gelaran MotoGP penginapan-penginapan ini akan terisi. Tingkat keterisian kamar akan terus meningkat,” ujar Yusron.***

No More Posts Available.

No more pages to load.