DENPASAR – Daya Tarik Wisata (DTW) Bali sepanjang masa transisi New Normal disempurnakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Pulau Dewata, julukan Bali, pun terus dipoles melalui program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) juga Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi sekaligus. Sasarannya kini diarahkan ke DTW Denpasar yang notabene jantung pariwisata Pulau Dewata.
Program BISA juga Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi digulirkan di Denpasar pada 5-6 September 2020. Lokasinya berada di Desa Sanur dan Kesiman, Denpasar, Bali. Kedua program ini menjadi paket terbaik. Sebab, menguatkan gaung kampanye dan menyempurnakan infrastruktur penopang protokol kesehatan. Program ini juga meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara menyeluruh.
“Setelah beberapa DTW di Bali, kini program BISA juga Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi digelar di Denpasar. Posisi Denpasar sangat strategis bahkan vital bagi pariwisata Bali. Kami berharap program tersebut bisa mengembalikan performa pariwisata secara menyeluruh di sana,” ungkap Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya, Jumat (4/9).
Menjadi penguat bagi aplikasi protokol kesehatan, program BISA akan mengalirkan beragam dukungan sosial. Ada bantuan berupa Mesin Potong Rumput dan Gerobak Sorong. Diikuti sekitar 100 orang peserta dengan background pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, program BISA pun semakin riil. Menjadi program padat karya di masa transisi New Normal, peserta diajak melakukan aksi bersih-bersih pada DTW.
“Kebersihan hal utama agar indah, sehat, dan aman dari Cpvid-19. Kalau semuanya bagus, wisatawan akan nyaman. Otomatis kepercayaan mereka terhadap DTW akan naik. Muaranya, tentu manfaat secara ekonomi,” terang Wisnu.
Lalu, bagaimana dengan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi? Bimtek fotografi ini menjadi suplemen terbaik untuk menaikan branding pariwisata. Sebab, peserta akan diajarkan materi berupa pengetahuan dasar fotografi dengan memakai smartphone. Meski memakai peralatan sederhana, tapi hasilnya dijamin luar biasa. Narasumbernya adalah Fotografer Profesional Dewi Sartika Bukit.
“Sama seperti wilayah Bali lainnya, potensi yang dimiliki Denpasar juga luar biasa. Atraksi, amenitas, dan aksesibilitasnya sangatlah bagus. Dengan kolaborasi dari BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi, pariwisata di sini akan bergairah lagi setelah vakum karena Covid-19. Sebab, masyarakat telah dibekali pengetahuan terkait konten dan produk,” jelas Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.
Usai diaktivasi pada 31 Juli 2020, pariwisata di Bali mulai berdenyut. Pergerakan wisatawan langsung tumbuh 15%-17%. Mereka adalah wisatawan nusnatara (wisnus). Gambaran arusnya, pergerakan wisnus di Bandara Ngurah Rai mencapai 2.128 orang pada 31 Juli. Pada 1 Agustus, pergerakannya 1.847 wisnus. Selang sehari berikutnya, grafiknya naik menjadi 2.419 orang wisnus.
Kehadiran program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi juga menjadi garansi bagi arus wisatawan mancanegara (wisman). Apalagi, Pulau Dewata masih menimbang rencana pembukaan kran arus masuk bagi wisman. Ricky menambahkan, seluruh elemen harus mendukung protokol kesehatan agar pariwisata lekas tumbuh dan perekonomian pulih.
“Pariwisata dan Bali harus segera dipulihkan. Untuk itu, semua elemen masyarakat harus bersinergi dan terus menjalankan protokol kesehatan. Wisatawan yang datang ke Bali juga harus mematuhi protokol kesehatan. Kalau semua normal, tentu ada impact ekonomi positif yang bisa diakses oleh masyarakat,” lanjut Ricky.(*)





