Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Belakang Padang Batam

oleh -22 views

BATAM – Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hadir di Kecamatan Belakang Padang, Batam, Rabu-Kamis (29/30/07/2020).

Gerakan BISA merupakan kegiatan padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Khususnya dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di destinasi untuk memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Analis Perencanaan SDM Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Guntur Sakti, yang mewakili Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, menyampaikan Gerakan BISA bertujuan untuk mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan nilai-nilai Sapta Pesona yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan.

“Karena, hal ini sangat penting untuk menarik wisatawan serta mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata, serta dapat meningkatkan peringkat Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia di Travel and Tourism Competitiveness Index,” tutur Guntur Sakti.

Menurutnya, melalui Gerakan BISA diharapkan para pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat cepat berdaptasi dengan tatanan atau kebiasaan baru sesuai dengan prinsip higiene dan sanitasi yang baik.

“Seperti menjaga destinasi pariwisata dengan menjaga kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan. Kalau kampung kita tak bersih, indah, sehat, aman, jangan harap wisatawan mau kesini,” tegasnya.

Kasubid Kelembagaan Regional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamal Rimosan, mengatakan kegiatan ini merupakan program dari Presiden yang diturunkan kepada Kemenparekraf. Di masa new normal beradaptasi kebiasaan baru diterjemahkan dalam bentuk program besar, ada kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang diterapkan dalam Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman).

“Gerakan ini untuk memberikan semangat kepada kita dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru, Kita harus menyiapkan destinasi BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) untuk wisatawan sehingga mereka merasa nyaman datang ke objek wisata,” katanya.

Pelaksanaan Gerakan BISA juga merupakan bagian dari upaya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio yang mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif optimis agar dapat segera bangkit dari tekanan pandemi Covid-19.

Dengan menjalankan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum yang operasionalisasinya di terapkan di sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam kegiatan ini masyarakat bergotong royong untuk membersihkan di lokasi objek wisata. Di Belakang Padang, masyarakat dan pelaku parekraf membersihkan sampah laut dari Elang- Elang Laut sampai Kampung Gajah.

Kegiatan Gerakan BISA ini disambut Camat Belakang Padang, Yudi Admaji. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas dipilihnya Pulau Penawar Rindu sebagai lokasi melaksanakan gerakan ini.

Kecamatan Belakang Padang sebagai kecamatan pertama di Kota Batam, dijuluki dengan Pulau Penawar Rindu. Belakang Padang memiliki potensi pariwisata, diantaranya wisata sejarah, seperti adanya Kantor Camat pertama, Pulau Sambu, dan Pulau Tolob yang memiliki cagar budaya berupa Makam Syeh Syarif Ainun Naim bin Maulana Ishaq yang dikenal dengan Sunan Thulub.

“Belakang Padang juga terkenal dengan wisata kulinernya seperti Cendol Belakang Padang. Selain itu ada juga wisata budaya seperti tari, zikir barat, dan rumah gasing,” kata Yudi di Gedung Nasional, Belakang Padang, Rabu (29/7).

Sejumlah elemen masyarakat terlibt dalam kegiatan ini, diantaranya pengemudi becak, ojek, tokoh wanita, pemuda, dan instansi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang terus mendukung pariwisata Kota Batam. Kota Batam mendapat dua tempat untuk melaksanakan Gerakan BISA. Sebelumnya gerakan ini telah dilaksanakan di Pantai Nongsa pada 17 hingga 18 Juli lalu. Kemudian hari ini di Belakang Padang 29 sampai 30 Juli.

“Belakang Padang memiliki banyak potensi pariwisata. Berbagai kegiatan seperti Sea Eagle Boat Race pernah digelar di Belakang Padang, dan Belakang adalah salah satu kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan pariwisata nasional bersama Nongsa dan Pulau Abang. Kita akan berupaya untuk menggelar kembali agenda pariwisata di Belakang Padang sehingga pariwisata Belakang Padang makin bergairah,” tutur Ardi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar menyebutkan Provinsi Kepri mendapat lima tempat pelaksanaan Gerakan BISA, yakni Batam yang dilaksanakan di Nongsa dan Belakang Padang, Karimun, Bintan, dan Pulau Penyengat.

Ia mengajak untuk mengangkat kembali pulau bersejarah di Kepri seperti Pulau Penyengat di Tanjungpinang dan Belakang Padang di Kota Batam.

“Mari membangun Belakang Padang, provinsi akan membackup. Mari bersama kita berdoa Covid-19 reda sehingga Januari mendatang bisa melaksanakan aktivitas kembali,” serunya.(***)