Mahasiswa Poltekpar Medan diajarkan Menangkal Radikalisme

oleh -675 views

MEDAN – Sebagai penerus bangsa, mahasiswa memiliki tugas mempertahankan kedaulatan dan memajukan bangsa. Serta menangkal radikalisme. Menyadari hal itu, Poltekpar Medan memfasilitasi mahasiswa dengan teori dan praktik. Termasuk mendatangkan dosen tamu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip.

“Selain belajar teori dan praktik yang sesuai dengan prodi masing-masing, mahasiswa sering kami bekali dengan ilmu pengetahuan oleh praktisi dari luar kampus. Kali ini mahasiswa kami bekali cara menangkal radikalisme untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan di lingkungan Poltekpar Medan khususnya dan bernegara pada umumnya,” tutur Anwari, Kamis (3/9).

Sebagai narasumber, hadir Konsultan Komunikasi Publik, Alumnus Lemhanas RI – PPSA XXI Albertus Magnus Putut Prabantoro. Ia menyampaikan tentang kondisi Indonesia saat ini dan bagaimana seharusnya mahasiswa bersikap.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani menyambut baik langkah Poltekpar Medan ini. Menurutnya mahasiswa sangat penting diberi pemahaman tentang radikalisme. Sehingga, persatuan dan kesatuan tetap terjaga dan semakin kuat.

“Di samping itu, mahasiswa kita harus tetap menjunjung hospitality dan well grooming setiap hari”, katanya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Indonesia membutuhkan para pemuda/i yang paham dengan situasi saat ini. Yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan. Sebagai penerus bangsa, mahasiswa dituntut dapat memilah berita hoax atau bukan. tidak mudah terprovokasi, berkarakter jujur, setia pada Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

“People are the real differentiator. Saya meyakini yang membedakan antara 1 bangsa dengan bangsa lainnya adalah manusianya dan yang membedakan antara 1 manusia dengan manusia lainnya adalah karakter dan kompetensinya,” kata Arief Yahya.

Ditambahkannya, sumber daya manusia pariwisata harus memiliki karakter cinta tanah air.

“Mahasiswa harus punya daya juang yang tinggi. Karena, tidak ada hal yang instan, serta wajib menolak malas. Mereka juga harus dilatih untuk membuat resiko menjadi sebuah tantangan,” tambahnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.