We Love Bali, Jelajah Jatiluwih Wisata Agro Hamparan Sawah Terasering

oleh -106 views

Bali – Menikmati suasana pedesaan yang asri dan tenang merupakan sarana yang dapat menghilangkan kepenatan dengan suasana perkotaan yang penuh keramaian.

Jika kamu ingin menikmati suasana pedesaan yang tenang, asri dan alami di pulau Bali, maka kamu dapat berkunjung ke sawah terasering Jatiluwih Bali. Tempat wisata di Bali bagian barat yang menjadi tujuan wisata, bagi wisatawan yang ingin menghilangkan kepenatan.

Desa Jatiluwih Tabanan Bali Indonesia, terletak di daerah Penebel, Kabupaten Tabanan. Berada pada ketinggian 700 meter diatas permukaan laut, merupakan daerah yang berdekatan dengan Gunung Batu Karu yang terkenal dengan panorama sawah terasering. Kamu dapat menikmati udara sejuk sambil menikmati pemandangan alam yang indah.

Desa Jatiluwih sebagian besar daerahnya merupakan kawasan persawahan yang ditata bertingkat atau berundak atau sering disebut terasering. Daerah ini menjadi kawasan terbesar untuk pemandangan sawah terasering di Bali.

Sistem pengairan sawah terasering yang digunakan adalah pengairan Subak, yaitu sistem irigasi tradisional Bali yang berbasis masyarakat. Subak ini memiliki pura yang dibangun untuk memuja dewi kemakmuran atau dewi kesuburan.

Subak Desa Jatiluwih juga merupakan warisan budaya tak benda yang ditetapkan oleh UNESCO pada 2012. Subak adalah sesuatu yang diwariskan dari generasi ke generasi.Maka tak heran jika Subak Jatiluwih terlihat indah karena ditangani oleh masyarakat setempat yang sudah ahli.

Nama Jatiluwih terdiri dari kata “Jati“ dan “Luwih” yang berarti benar-benar indah, hal ini benar sesuai dengan keindahan yang dimiliki objek wisata Jatiluwih. Selain pemandangan sawah berteras, kamu juga dapat menikmati pemandangan sungai, pura, dan rumah-rumah penduduk yang masih sederhana. Suasana pedesaan yang benar-benar alami dan damai, dapat anda rasakan di objek wisata Jatiluwih.

I Nengah Sutirtayasa, Manager Operational DTW Jatiluwih, yang dijumpai pada Minggu (6/12), mengatakan, “Peran serta masyarakat sangat aktif dan baik mulai dari penataan landscape sawah karena obyek yang kita pakai adalah sawah dan aktifitas petani. Dampak dari pengembangan objek wisata ini sangat baik karena dari segi organisasi pihak yang ada di desa dinas, adat dan subak mendapatkan pembagian hasil dari pengelolaan untuk kegiatan didalamnya. Selain itu program-program yg di miliki manajemen untuk masyarakat sangat bermanfaat bagi semua masyarakat sperti dana sosial, aci, dana kesehatan hingga dana kematian untuk masyarakat Jatiluwih.”

Untuk menikmati keindahan objek wisata Jatiluwih kamu dapat menggunakan sepeda atau menyewa mobil jeep untuk berkeliling di areal persawahan desa Jatiluwih Penebel Tabanan. Hampir setiap hari desa Jatiluwih Penebel Tabanan ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sejak pandemi Covid-19 Kunjungan wisatawan ke objek wisata Jatiluwih turun hingga 80% dari kondisi normal sebelum pandemi. Protokol kesehatan juga kami lakukan mulai dari pengecekan suhu tubuh dan yg paling penting selalu mengingatkan protokol kesehatan kepada pengunjung,” tegas I Nengah Sutirtayasa atau biasa dipanggil Pak Tirta.

“Dengan adanya program We Love Bali yang diselenggarakan Kemenparekraf/Baparekraf disaat pandemi ini membuat kami sangat senang. Kami berharap dengan program ini dapat mendatangkan wisatawan kembali ke Jatiluwih, dan juga mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk kembali berwisata ke Bali khususnya Jatiluwih,” tutup Pak Tirta.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.